Direktorat PAI Adakan Seminar Moderasi Islam di Kampus PTU

Direktorat PAI Adakan Seminar Moderasi Islam di Kampus PTU-9342.jpg Direktorat PAI Adakan Seminar Moderasi Islam di Kampus PTU.jpg
pendis

Bandung (www.pendidikan-islam.net) – Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama mengadakan Seminar Sehari “Pengembangan Moderasi Islam” yang bekerjasama dengan UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung, 7 Desember 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah civitas akademika kampus, dosen dan mahasiwa, dan pegawai di lingkungan Direktorat PAI.

Seminar ini merupakan sebagai salah satu ikhtiar Kementerian Agama untuk menguatkan pemahaman keagamaan Islam di lingkungan perguruan tinggi umum.

Dalam sambutan Dekan FPIPS UPI Bandung, disebutkan bahwa Hindu Budha masuk ke Indonesia di sekitar abad 4-5 M. Sementara Islam masuk ke Indonesia di abad 13. Namun, Islam cepat dan mudah menyebar. “Hal ini disebabkan karena pendakwah yang membawa Islam datang dengan sikap yang moderat”, papar Dekan. Islam disebarkan dengan pendekatan budaya. Islam hadir dengan menghormati nilai-nilai budaya yang ada tanpa menyalahkan, tetapi diislamisasikan. Islam diperkenalkan tidak dengan pendekatan hitam putih atau mudah menyalahkan. “Islam ditampilkan dengan budaya Indonesia. Islam dikenalkan dengan nilai-nilai pribumi. Jadi ada pribumisasi. Tidak memakai budaya arab”, paparnya lebih lanjut. Salah satu contoh hal itu adalah digunakannya wayang dan lirik-lirik, sehingga masyarakat tidak apriori dan menilai islam tidak memusuhi mereka.

Di bagian lain disebutkan bahwa pada masa penjajahan, umat Islam ikut aktif berjuang memerdekakan Indonesia. Ia mengisi kemerdekaan dengan membangun negeri ini dan mencari titik temu antara Islam dg nasionalisme. “Ada tokoh-tokoh founding fathers yang akhirnya melahirkan ideologi Pancasila,” papar Dekan.

Pancasila merupakan falasafah negara yg mengandung nilai-nilai Islam. “Inilah moderasi dari tokoh-tokoh Islam. Ideologi yang sdh disepakati adalah hasil ijtihad para ulama kita. Sistem negara adalah masalah ijtihadi bukan masalah qot`iy. Pancasila lahir sebagai ijtihaf ulama kita sebgai pilihan utk merawat den mengembangkan bangsa ini”, papar Dekan. (Pendis Kemenag)

Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pendis
Direktorat PTKI Susun Rencana Induk Penelitian Integrasi Keilmuan

Jakarta (Pendis) – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) melalui Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sedang melakukan proses penyusunan Rencana Induk Penelitian Integrasi Keilmuan (RIPIK). “RIPIK ini akan dijadikan modal awal dalam membaca dan merencanakan setidaknya 10 (sepuluh) tahun yang akan datang dalam hal penelitian yang dikembangkan di lingkungan Perguruan …

pendis
Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional pada Madrasah Aliyah

Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional …

pendis
Direktorat PTKI Adakan Inovasi Penguatan Penelitian

Jakarta (Pendis) – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) akan melakukan Inovasi Penguatan Penelitian untuk PTKI di seluruh Indonesia. Inovasi Penguatan Penelitian ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MoRA-ATN Research and Innovation Scholarship (MoARIS) yang merupakan hasil kerja bareng antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan Australian Technology Network of University …