Kemenag Lakukan Pembinaan Mahasiswa PBSB UPI

Bandung (Pendis) – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren) terus melakukan pembinaan kepada 40 mahasiswa peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang tengah kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

PBSB adalah program afirmatif perluasan akses santri pondok pesantren untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi melalui suatu program yang terintegrasi mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri pondok pesantren yang telah memenuhi syarat.

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menuturkan bahwa Pembinaan mahasiswa PBSB dalam rangka meningkatkan orientasi mahasiswa peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren serta pengabdian masyarakat.

“Pembinaan mahasiswa PBSB yang diharapkan mampu mengintegrasikan antara sains dan agama,” ujar Basnang di Bandung, Rabu (31/01). “Mahasiswa PBSB harus fokus belajar untuk prestasi akademik dan non akademik yang unggul,” pesan Basnang kepada seluruh mahasiswa PBSB di UPI Bandung.

“Saya yakin mahasiswa PBSB sangat menguasai bahasa Arab, akan tetapi saya tekankan untuk menguasai juga bahasa Asing lainnya seperti bahasa Inggris supaya bisa melanjutkan kuliah di luar negeri. Kami sudah bertemu dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di situ banyak peluang beasiswa kuliah, saya minta peserta PBSB ada yang bisa mengambil beasiswa tersebut,” imbuh Basnang.

Pembinaan mahasiswa PBSB merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Dit. PD-Pontren tidak hanya untuk mahasiswa PBSB yang kuliah di UPI Bandung, tetapi juga pada tiga belas perguruan tinggi mitra. Dikatakan Basnang bahwa mahasiswa peserta PBSB merupakan aset pesantren dan bangsa. Menurutnya, mereka akan mampu menjadi ilmuan sholeh yang kelak akan menempati posisi penting di negeri ini. “Mahasiswa PBSB lahir dari pondok pesantren dan perguruan tinggi,” tegasnya.

“Di berbagai perguruan tinggi mitra PBSB, mahasiswa kami banyak yang menonjol dalam hal prestasi akademik dan non akademik. Karenanya kami akan serius melakukan pembinaan terhadap mereka agar mampu menjadi ilmuan-santri yang moderat,” tutup Basnang.

Apa yang disampaikan Basnang diamini oleh salah satu panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Asep Supriatna, menurutnya sejak tahun 2010, di kampus UPI Bandung mahasiswa peserta PBSB tersebar pada tiga jurusan, Bimbingan Konseling, Adinistrasi Negara, dan Teknologi Pendidikan. “Kami mengikuti dan mengawasi pendidikan mahasiswa PBSB di kampus UPI, dan mereka sangat luar biasa,” ujar Asep. (maryani/hery/dod)


Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Kegiatan PD-Pontren |
Tanggal: 01-02-2018 21:00

Share dengan…


Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pendis
Apresiasi Pramuka Santri, PPSN V 2018 Dibahas Dalam Rakernas Kwartir Nasional

Bogor (Pendis) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh seluruh pengurus Kwarnas dan Kwartir Daerah dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren), Ahmad Zayadi pun turut hadir sebagai salah satu narasumber pada Rakernas yang dibuka oleh Ketua Kwarnas …

pendis
Ekspansi Penelitian Dan Pengabdian PTKI Untuk Produk Halal

Pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang kemudian diikuti dengan restrukturisasi Badan Produk dan Jaminan Halal (BPJH) sebagai unit tersendiri di lingkungan Kementerian Agama RI, terbuka sejumlah peluang strategis bagi dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Peluang strategis yang dimaksud adalah adanya kesempatan yang perlu …

pendis
Santri PBSB Komitmen Jaga Islam Indonesia

Yogyakarta (Pendis) – Seluruh alumni pesantren yang tergabung dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang tengah studi pada berbagai Program Studi di Kampus UGM dan UIN Yogyakarta sepakat untuk tidak terlibat dan ikut-ikutan dalam organisasi atau kegiatan yang anti terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Komitmen ini …