Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional pada Madrasah Aliyah

Ujian Nasional biasa disingkat UN / UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar. Proses pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu dan kualitas pendidikan tersebut adalah Ujian Nasional. Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).

Ujian Nasional sudah diberlakukan sejak tahun 1950, dengan perubahan sistem dan format ujian sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan. Dengan nama yang beragam, mulai dari ujian penghabisan, ujian negara, EBTANAS, ujian akhir nasional, dan ujian nasional sekarang. Dengan lamanya usia ujian nasional tersebut, sebaiknya kita mengambil manfaat dari ujian nasional tersebut. Ada tiga (3) hal setidaknya manfaat Ujian Nasional :
1. Pemetaan mutu program dan satuan pendidikan,
2. Dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, dan
3. Pembinaan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

1. Pemetaan Mutu Program dan Satuan Pendidikan
Berdasarkan hasil ujian nasional MA tahun 2016, secara umum mata ujian pada semua jurusan di Madrasah Aliyah adalah C dan D (Cukup dan Kurang Baik), kecuali pada mata ujian tafsir di jurusan Keagamaan yaitu B (Sangat Baik). Dari hasil ujian nasional MA tahun 2016 tersebut didapat kesimpulan bahwa secara umum kualitas Madrasah Aliyah di setiap programnya cukup dan kurang baik, juga dengan deklarasi bahwa UN bukan sebagai penentu kelulusan, maka telah menurunkan motivasi siswa dalam menghadapi UN tersebut.

2. Dasar Seleksi Masuk ke Jenjang Pendidikan Berikutnya
Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Tengah dan DI Yogakarta pada tahun 2013 mengusulkan nilai ujian nasional diintegrasikan dengan seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri. Karena nilai ujian nasional bersifat nasional, sedangkan nilai rapor bersifat lokal. Tahun 2017, Menristekdikti M. Nasir menyatakan bahwa Nilai UN akan jadi pertimbangan SNMPTN. Dengan demikian, hasil UN tetap menjadi dasar seleksi pada jenjang pendidikan berikutnya.

3. Pembinaan kepada Satuan Pendidikan dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan
Hasil UN MA tahun 2016 menjadi patokan bagi unsur terkait (Madrasah tersebut, Kankemenag, Kanwil, dan Kemenag Pusat) untuk memperbaiki kualitasnya. Dengan hasil UN MA tersebut akan diketahui kelebihan dan kelemahan setiap mata ujian dan menjadi bahan perbaikan untuk masa mendatang untuk meningkatkan mutu pendidikan.

  • Asep Sjafrudin – Pemerhati Pendidikan Islam
    Bekerja pada Bagian Data, Sistem Informasi, dan Hubungan Masyarakat SetDitjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

Share dengan…


Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pendis
Apresiasi Pramuka Santri, PPSN V 2018 Dibahas Dalam Rakernas Kwartir Nasional

Bogor (Pendis) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh seluruh pengurus Kwarnas dan Kwartir Daerah dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren), Ahmad Zayadi pun turut hadir sebagai salah satu narasumber pada Rakernas yang dibuka oleh Ketua Kwarnas …

pendis
Ekspansi Penelitian Dan Pengabdian PTKI Untuk Produk Halal

Pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang kemudian diikuti dengan restrukturisasi Badan Produk dan Jaminan Halal (BPJH) sebagai unit tersendiri di lingkungan Kementerian Agama RI, terbuka sejumlah peluang strategis bagi dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Peluang strategis yang dimaksud adalah adanya kesempatan yang perlu …

pendis
Santri PBSB Komitmen Jaga Islam Indonesia

Yogyakarta (Pendis) – Seluruh alumni pesantren yang tergabung dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang tengah studi pada berbagai Program Studi di Kampus UGM dan UIN Yogyakarta sepakat untuk tidak terlibat dan ikut-ikutan dalam organisasi atau kegiatan yang anti terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Komitmen ini …