Pemerintah Malaysia Beri Peluang ToT bagi Guru Madrasah

Jakarta (Pendis) – Pemerintah Malaysia melalui Kedutaan Besar-nya di Indonesia memberikan peluang untuk melakukan Training of Trainer (TOT) bagi guru madrasah. Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Mior Harris Bin Mior Harun, di kantornya saat menerima kunjungan Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama RI, Suyitno.

Kunjungan ini merupakan upaya Direktorat GTK Madrasah dalam menjalin kemitraan untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan madrasah. Salah satu yang menjadi perhatian Diraktorat GTK Madrasah adalah bidang sains dan pedagogik.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur GTK Madrasah didampingi konsultan Program Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Abdul Munir yang berlangsung di kantor Kedutaan Besar Malaysia, Patrakuningan.

“Kunjungan ini dalam rangka menjajaki kerjasama antara Direktorat GTK Madrasah dengan Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia dalam peningkatan mutu guru madrasah, terutama dalam bidang sains dan peadegogik,” terang Suyitno di Jakarta, Kamis (08/02).

Dikatakan Suyitno, bentuk kerjasama ini bisa dilakukan dalam bentuk training of trainer dan short course di beberapa universitas di Malaysia yang mempunyai keahlian terutama dalam bidang sains dan pedegogik. “Selain itu bisa juga dengan cara memanggil tim expert dari Malaysia untuk memberikan training guru madrasah di Indonesia,” pungkas Suyitno.

Direncanakan dalam kerjasama ini, Direktorat GTKM akan menyiapkan sekitar 50 peserta sebagai calon trainer untuk peningkatan kompetensi guru madrasah. “Rencananya tahap awal akan kita kirim 50 peserta sebagai calon trainer,” imbuh Guru Besar UIN Palembang.

Untuk mendukung kerjasama ini, lanjut Suyitno, akan dilakukan pendataan awal, khususnya bagi guru yang selama ini telah disiapkan sebagai master teacher dalam PPKB.

Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Mior Harris Bin Mior Harun menyambut baik rencana kerjasama tersebut. Menurut Mior, pendidikan merupakan hal yang penting dan yang utama.

“Pendidikan merupakan project utama saya sebagai menteri penasehat (pendidikan),” tegas Mior. (maryani/raji/dod)


Diupload oleh : dod (-) | Kategori: Kegiatan Madrasah |
Tanggal: 08-02-2018 00:00

Share dengan…


Source link

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

pendis
Apresiasi Pramuka Santri, PPSN V 2018 Dibahas Dalam Rakernas Kwartir Nasional

Bogor (Pendis) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh seluruh pengurus Kwarnas dan Kwartir Daerah dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. PD-Pontren), Ahmad Zayadi pun turut hadir sebagai salah satu narasumber pada Rakernas yang dibuka oleh Ketua Kwarnas …

pendis
Ekspansi Penelitian Dan Pengabdian PTKI Untuk Produk Halal

Pasca lahirnya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal yang kemudian diikuti dengan restrukturisasi Badan Produk dan Jaminan Halal (BPJH) sebagai unit tersendiri di lingkungan Kementerian Agama RI, terbuka sejumlah peluang strategis bagi dunia Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Peluang strategis yang dimaksud adalah adanya kesempatan yang perlu …

pendis
Santri PBSB Komitmen Jaga Islam Indonesia

Yogyakarta (Pendis) – Seluruh alumni pesantren yang tergabung dalam Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang tengah studi pada berbagai Program Studi di Kampus UGM dan UIN Yogyakarta sepakat untuk tidak terlibat dan ikut-ikutan dalam organisasi atau kegiatan yang anti terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Komitmen ini …